bali deso mbangun deso

2 komentar
habis jalan-jalan eh dapet artikel bagus
jadi ppengen tak bagi buat temen-temen juga
 monggo..........

Petani Mesti Pelit
Mengaku petani, kadang saya senyum kecut sendiri. Sebab, beras masih beli. Tetangga-tetangga di sekitar Cijapun juga begitu, bersawah mungil. Panen sekadarnya. Konsumsi beras keluarga, masih banyak butuh diasup pasokan raskin.
Maka terkenanglah saya pada satu kesempatan tandang ke Garut. Sahabat-sahabat lama mengundang ngopi bareng di sana. Teman-teman sepermainan di Konsorsium Pembaruan Agraria.
Seorang teman, Prasetyo, bercerita tentang petani di Garut bertanam padi di sawah yang mampu hasilkan 1 kg gabah per satu meter persegi sawah. Dengan 4 prinsip utama nan sederhana, yang intinya “melayani kehendak padi“.
  1. Padi bukan tanaman air, maka tak perlu tergenang. Cukup kondisi macak-macak. Air rata dengan muka tanah.
  2. Padi tak suka tumbuh berhimpit, maka jarak tanam dibuat renggang
  3. Bibit padi tua berpotensi stress, maka bibit harus dipindah pada umur 7-8 hari sedari mula semai. Untuk kurangi potensi stress pada akar, selambat-lambatnya bibit harus *dipindah* (baca ditanam, terima kasih masukannya Mas Bambank) 1 jam sejak dipindah dari petak semai.
  4. Padi tak “tega” rebutan makanan, maka tanam satu saja pada tiap lubang/titik tanam.
Sekali lagi padi bukan tanaman air. Secara genetik, padi sawah dan padi ladang dapat dianggap persis serupa. Padi hanya butuh cukup air, cukup pada kondisi lembab. Dan itu bisa diakali dengan penebaran jerami seperti pertanian alami ala Masanobu Fukuoka. Hanya, kawan Prasetyo mengadaptasi System of Rice Intensification (SRI) anjuran Henri de Laulanie.
———————–
Di Cijapun saya dua kali tanam padi, pada sawah mungil. Sekadar menikmati sensasi bersawah yang belum pernah saya alami. Menikmati pengujian dengan 3 perlakuan. Sesudah senang, tak digubris lagi. Yang penting dapat bibit lagi, bibit padi bagolo, jenis lokal, sembari belajar melunturkan racun-racun pertanian pada gilir-gilir tanam sebelumnya.
Dengan oleh-oleh dari Garut terpikir hal sederhana. Bila nyawa sebatang saya hanya perlu makan nasi, dengan konsumsi beras taruh kata 300 gram/hari maka sebulan saya hanya perlu 9 kg. Dalam setahun butuh 108 kg beras. Setiap kilogram gabah kering digiling akan mengalami susut bobot sebesar 25% (dalam kisar paling parah, bisa susut 40%). Berarti bila matematika saya tak goblok benar, maka saya perlu 144 kg gabah per tahun.
Artinya sederhana, saya hanya perlu sawah seluas 144 meter persegi, bila dalam setahun hanya sekali tanam. Bila bisa 3 kali tanam dalam setahun, kebutuhan konsumsi beras saya pribadi bisa dipenuhi oleh tanah berlumpur seluas 48 meter persegi. Bila punya keluarga kecil dengan satu istri dua anak, ya tinggal kali empat.
Saya mungkin salah berhitung. Tapi sedang mengangankan diri sendiri suatu saat nanti tak lagi tersenyum kecut… karena bisa mengaku petani tapi bahan pangan utama tak mesti beli. Tanpa perlu mengantri jatah raskin. Berdaya di lahan sendiri.
Umm… sesudah jadi petani malas, saya ingin jadi petani pelit. Malas beli-beli. Ha ha!
———————–
[SyamAR; Cijapun, 5 April 2010]
dusunlaman.net
0 komentar
show must go on what ever had been

Tetaplah bermimpi

5 komentar
Alhamdulillah satu persatu mimpku yang belum kutilis secara detail dapat terwujud. Mari kita tengok kebelakang tentu banyak hal, baik di sadari maupun tidak telah banyak mimpi yang telah Allah wujudkan, untuk itu arilah peerbanyak bersyukur
dan aku yakin mimpi2 yang lain yang telah aku tulis di hati, di doa dan di kertas, pada saatnya nanti akan terwujud
Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita ingingkan

Yup teteaplah bermimpi dan action!!!

catatan perjalanan

3 komentar
Suatu hari aku bepergian bersama dua orang sahabatku, ketika perjalanan pulang, kami terjebak macet. Dalam kemacetan itu aku menilai sahabatku terlalu lambat dan tidak cekatan dalam mengemudikan kendaraan yang kami tumpangi, mungkin karena sudah teralu lelah, alhasil beberapa kali kami disalip kendaraan lain dan terjebak semakin lama dalam kemacetan panjang.

Aku pun tak sabar dengan cara mengemudi sahabatku itu,akhirnya kemudipun aku ambil alih. Saat itu aku merasa cara itulah yang terbaik, karena kau tak mau terjebak terlalu lama dalam kemacetan. Namun sekarang aku baru tersadar, ternyata cara mengemudi temanku bukannya lambat dan tidak cekatan , tapi justru sabar dan santun, dia mengemudi dengan santai tanpa menghirakan macetnya jalan raya yang membuat stress banyak orang. kondisi yang sering membuat orang mengeluh dan marah-marah. Salut buat sahabatku yang mampu mengendalikan emosi saat menghadapi masalah, aku akan terus belajar,
terimakasih sahabatku, kini aku mengerti

Gelangang Olah Raga

3 komentar

"GOR Satria tutup pkl 18.00 WIB"


Begini seharusnya*

Sing sabar

1 komentar
Sering sekali suasana hati kita berubah disebabkan suatu hal yang sebenarnya sepele dan solusinya ada pada diri kita sendiri. kita sering tidak sabar dalam menghadapi suatu masalah sehingga kita terlalu terburu-buru untuk mengetahui akhir dari masalah sebelum masalah itu sampai di ujungnya. kita sering terburu-buru menyalahkan orang lain, marah, ngedumel bahkan mengumpat yang jelas-jelas malah memperburuk masalah
jarang sekali kita tenang dan sabar menjalaninya hingga akhir dari sebuah masalah. Dan ternyata hikmah dari masalah baru muncul setelah masalah selesai, dan yang bisa mengambil hikmah adalah orang yang mau bersabar dan mau berpikir jernih
Satu masalah mungkin akan menghambat kita, tapi yakinlah jika memang masalah itu menghalangi kita untuk mencapai tujuan kita, pasti akan diberikan jalan yang lain yang lebih baik bahkan sering tak terduga efek kebaikannya terus beruntun, yakinlah Qodo dan Qodarnya adalah yang terbaik untuk kita

dan alhamdulillah saya baru saja mengalaminya. hikmah dari penundaan suatu perjalanan membawa saya ke perljalanan lain yang efeknya di luar dugaan saya dan efek positif itu masih berlanjut sampai sekarang. terimakasih ya Allah, Engkau ya 'Alim maha mengetahui apa yang kami butuhkan dan kau berikan apa yang kami butuhkan bukan apa yang kami inginkan

Selamat Berbahagia

6 komentar
Saya terima Nikah dan jodohnya Aldila Krisna Resanti dengan mas kawin uang tunai sebesar Rp 191.110,00 dan seperangkat alat shalat dibayar TUNAI, begitulah kalimat yang diucapkan oleh Mas Hendro Sukoco setelah dinikahkan oleh ayahanda mba Ayi. Singkat,padat dan jelas, namun penuh makna, betapa tidak, kata2 itu adalah sebuah perjanjian yang kokoh. Di dalam Kitab umat islam (AL -Qur'an) perjanjian pernikahan ini disejajarkan dengan dua perjanjian lannya yang biasa disebut Mitsaqan Ghaliza. Perjanjian tersebut antara Allah dengan para nabi (Al Ahzab ayat 7) kemuadian perjanjian allah dengan kaum bani israil pada surat An Nissa ayat
masih sempet bercanda nih

Raut wajah bahagia nampak pada seluruh hadirin yag hadir di acara tersebut terlebih lagi kedua pasangan yang baru saja dihalalkan hubungannya.
dan akhirnya pembesar fosma Purwokerto memberikan satu lagi contoh yangbaik kepada adik-adiknya untuk ditiru dan segera di susul.

Selamat berbahagia Mas, Semoga dengan adanya pendamping hidup, perjuanganmu semakin kuat, amin
iswa pengen

Q4 2010

1 komentar
Q3 telah berakhir dan sekarang masuk Q4 di tahun 2010. rencana yang sudah disusun untuk Q4 harus segera dijalankan. target telah dibuat, langkah sudah disusun tinggal butuh Action dan doa

Ups ternyata ada satu yang diluar rencanaku, tapi kuyakin ini adalah bagian dari rencana Allah SWT, dan ini harus membuatku berlari lebih kencang
ayo SpeedUP, genjot sampe pol

sibukkan diri

0 komentar
Kalo tidak menyibukkan diri, waktu kosong hanya akan memanjakan pikiran
Tabiat pikiran adalah mudah memikirkan hal-hal yang berkesan, enak dan indah.

pengaruh

1 komentar
kalo berteman dengan penjual minyak wangi, akan ketularan wanginya
kalo berteman dengan pandai besi, akan kena api

sekarang siapa temen kamu?
kamu yg bakal berubah
atau dia yang berubah

 
Copyright 2009 Lintang timur
BloggerTheme by BloggerThemes | Design by 9thsphere