takeran urip

Pagi ini tidak seperti biasanya aku bisa ngobrol banyak hal dengan mas Yayan

Mas Yayan adalah salah satu teman kostku yang paling senior, tidak hanya dari sumurnya tapi juga dari kedewasaannya, istillah jermannya ya "Mitua". Mulai dari ngobrol masalah kerjaan sampe masalah pribadi
dan dari mas Yayan aku dapet ilmu yang dia sebut "takeran urip". apa sih takeran urip itu. kalo dari bahasa takeran = takaran, urip itu hidup, jadi kurang lebih takaran/ukuran/kapasitas hidup.

takeran urip satu orang dengan orang yang lain itu berbeda-beda. seorang tukang becak yang penghasilannya 20 ribu perhari bisa mencukupi kebutuhan anak istrinya tanpa harus ngutang kanan kiri, tapi seorang PNS yang digaji 4 juta per bulan atau skitar Rp 150.000 per hari banyak yang hutangnya menggunung di beberapa bank dan koperasi. artinya apa, bahwa banyak sedikitnya rejeki yang diterima itu tidak menjamin terpenuhinya semua kebutuhan hidup. takeran urip tukang becak dengan PNS tadi berbeda. jka PNS tadi ditambah lagi gajinya belum tentu hutang-hutangnya dapat terlunasi, bisa jadi malah terus bertambah
jadi perlu kita sadari takaran hidupp kita dengan mensyukuri dan memaksimalkan apa yang telah dianugerahkan pada kita

3 komentar:

Rizky mengatakan...

kalau kata Caknun, ada 1 dimensi yang tidak bisa dipukulrata kepada semua orang, dimensi itu bernama : rasa

Bahagia mengatakan...

rasa itu maksudnya gimana?

merasakah?
dirasa-rasa atau gimana

de_ringgo mengatakan...

oalah ini azis cahyadi toh ^_^

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Lintang timur
BloggerTheme by BloggerThemes | Design by 9thsphere